Photo: Istimewa

Siapa yang tidak mengenal Desainer kondang Sianne Avantie atau yang lebih akrab dengan panggilan Anne Avantie? Wanita kelahiran Semarang, 24 Mei 1954 sudah tak asing lagi dalam dunia bisnis fashion.

Who does not know the famous Designer Sianne Avantie or who is more familiar with the nickname Anne Avantie? The Woman who was born in Semarang, May 24, 1954 is no stranger to the world of fashion business.

Bunda Anne banyak menghabiskan masa kecilnya di Solo. Sejak kecil, Anne Avantie memang menunjukan ketertarikannya di dunia mode. Dalam perjalanan karirnya sang ibulah  merupakan sosok penting yang memegang kunci kesuksesan hidup Anne Avantie. Ibunya terus saja meyakini bahwa Anne kecil memiliki talenta dan bakat yang berbeda dibanding teman sebayanya. Saat anne goyah, sang ibulah yang menjadi penyemangat hidupnya.

Mother Anne spent much of her childhood in Solo. Since childhood, Anne Avantie did show interest in the fashion world. In the course of her career the mother is an important figure who holds the key to the success of Anne Avantie’s life. Her mother continues to believe that little Anne has different talents and talents than her peers. When Anne wobbles, the mother becomes the encouragement of her life.

Bakat Bunda Anne dalam dunia mode mulai terlihat sejak belia dan duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu Bunda Anne mulai merancang kostum panggung untuk acara hiburan remaja. Talenta yang dianugerahi kepadanya tentu tidak akan disia-siakan begitu saja, dengan tekun dan ulet bakat yang telah Bunda Anne miliki berubah menjadi hobby dan bisnis.

Mother Anne’s talent in the fashion world began to appear since young and when she still in elementary school. At that moment Mother Anne began designing stage costumes for youth entertainment events. The talents that were awarded to her certainly would not be wasted away, with the diligent and tenacious talent that Mother Anne had transformed into a hobby and business.

Photo: Istimewa

Pada Tahun 1989 Bunda Anne memulai jejak perjalanan karirnya sebagai desainer. Dibalik kesuksesan sesorang pasti terdapat rintangan dalam setiap perjalanannya. Begitupun dengan karir Bunda Anne. Ibu dari Intan Avantie, Ernest Christoga Susilo dan Ian Tadio Christoga Susilo ini menjadikan rintangan tersebut sebagai pelajaran untuk memperbaiki kekurangannya.

In 1989 Mother Anne embarked on her career as a designer. Behind someone’s success must be a hindrance in every journey. Likewise with the career of Mother Anne. The mother of Intan Avantie, Ernest Christoga Susilo and Ian Tadio Christoga Susilo made this obstacle as a lesson to correct the shortcomings.

Dalam rancangannya, kebaya yang disuguhkan Anne Avantie mengusung tema Indonesia dan selalu menyisipkan unsur serta etnik budaya Nusantara. Hal inilah yang menghantarkan keberhasilan Anne Avantie.

In the design, Anne Avantie kebaya presented the theme of Indonesia and always insert the elements and cultural ethnic of Nusantara. This is what led to the success of Anne Avantie.

Photo: Istimewa

Perkembangan budaya dan fashion di Indonesia tidak membuat Anne Avantie kehabisan ide untuk karyanya. Anne selalu memiliki terobosan dan ide brilliant terbaru untuk setiap rancangan kebayanya agar dapat diterima oleh masyarakat.

The development of culture and fashion in Indonesia did not make Anne Avantie run out of ideas for her work. Anne always has breakthroughs and the latest brilliant ideas for each of her cultural designs to be accepted by the public.

Anne mencoba untuk memperkenalkan budaya Indonesia lewat setiap rancangan busananya. Berkat kegigihan dan ketekunannya, Anne berhasil mendapatkan beberapa penghargaan, salah satunya “Wanita Indonesia Bisa“ penghargaan yang diberikan oleh menteri pemberdayaan perempuan Ibu Meuttia Hatta pada peringatan hari Ibu tahun 2008.

Anne tries to introduce Indonesian culture through every fashion design. Thanks to her persistence and perseverance, Anne managed to get several awards, one of which is “Indonesian Women Can” award given by the minister of women empowerment Mrs. Meuttia Hatta on the commemoration of Mother’s Day in 2008.

Kesuksesan Anne Avantie tidak membuatnya besar kepala dan tetap menjadi sosok yang sederhana dan berjiwa social. Bekerjasama dengan RS St. Elisabeth Semarang, Anne Avantie  mendirikan Pelayanan Kasih Hydrocephalus (PKH) pada tahun 2000.

Anne Avantie’s success does not make her big head and remains a simple and social-souled figure. In cooperation with St. Elisabeth Semarang, Anne Avantie founded the Hydrocephalus Love Service (PKH) in 2000.

Anne avantie memang  sosok yang sangat inspiratif bagi kaum wanita Indonesia. Walaupun dianugerahi talenta , bakat serta kesuksesan besar Anne tak lupa dengan kodratnya sebagai perempuan. Keteladanan Anne memang layak menjadi cermin dan panutan bagi wanita Indonesia.

Anne avantie is a very inspiring figure for Indonesian women. Although endowed with talent, gift and great success Anne did not forget the nature as a woman.

Source: Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here